Rabu, 15 April 2015

Yami no Ai [Chapter 200]

Chap 200

Dengan sigap Yoshiki membuka pintu seolah mengejar angin tersebut.
Namun Yoshiki segera berhenti begitu mengetahui 'sesuatu' yang ia kejar sudah menghilang dengan cepat. Oleh sebab itu, ia kembali memasuki kamarnya.
"Ada apa Yoshiki-kun?" Hana sudah sepenuhnya menunjukkan tubuhnya yang telah mengenakan kemeja putih milik Yoshiki seperti biasa.
"Hn. Tidak. Kau... Sebenarnya ada apa denganmu?" tanya Yoshiki agak sweatdrop melihat tingkah aneh Hana.
Hana langsung menutupi dirinya dengan selimut kembali.
"TIDAK ADA!!" teriak Hana dari balik selimut.
'Huh, kapan sih ritual itu bekerja?' gerutu Hana.
Yoshiki menghela nafasnya. "Hn. Maaf My Lady aku--"
"SIBUK!" potong Hana tiba-tiba.
"Hn. Kau kesal?"
"huh, tidak. Untuk apa memikirkan pria dingin membosankan sepertimu" omel Hana di dalam selimut.
"Hn... Baiklah, aku di ruang kerjaku jika kau mencariku"
Dan Yoshiki pergi.
"aku ada di ruang kerjaku jika kau mencariku bla-bla-bla" ujar Hana kesal sambil keluar dari selimutnya.
"HUH!" Hana menarik selimutnya kembali sampai bagian lehernya.

Jam menunjukkan pukul sebelas malam.
Kuroto Yoshiki masih sibuk di dalam ruang kerjanya, berkutit dengan laptopnya.
Sementara istrinya, Kuroto Hana sudah terlelap dalam mimpinya. Dengarkan saja dengkuran halusnya yang lucu itu. Sungguh damai.
SREET.. SRET..
Perlahan-lahan selimut putih yang digunakan istri Kuroto Yoshiki itu ditarik dari bawah.
Merasa tidurnya tak nyaman lagi, Hana bergerak menarik selimutnya.
Tenang sebentar.
Namun kembali lagi selimut itu tertarik ke bawah.
Akhirnya Hana terbagun sepenuhnya. Dan selimut itu berhenti bergerak.
TRUUUT TRUT
bunyi telepon kabel langsung menjadi fokus Hana.
Hana sempat merasa aneh sejak menempati kamar Yoshiki, telepon itu disediakan tapi tidak pernah ada seorang pun yang menghubungi telepon itu.
Tapi akhirnya telepon itu mendapat panggilannya. Di tengah malam seperti ini. Hana beranjak dengan malas menuju meja telepon tersebut.
TREK
Hana mengangkat panggilan telepon tersebut.
"Moshi-moshi?" ujar Hana ngantuk.
" ... ." tak terdengar jawaban di telepon.
"moshi-moshi?" sekali lagi di ulang oleh Hana.
"...hhhkkhh" terdengar deru nafas pria dari telepon.
Hana ketakutak seketika. Oke, Hana memang takut hantu.
TREK. Segera ditutupnya kembali telepon itu.
Setengah tubuh Hana sudah merinding saat ini.
TRUUUT. TRUT.
Lagi, telepon itu berbunyi.
GLEK. Hana meneguk ludahnya menahan takut.
Diangkatnya telepon itu.
"moshi-moshi?"
"hahhh..." lagi-lagi terdengar suara berat nafas pria.
"KYAAAA!" Hana refleks melempar telepon itu.
"tubuhmu... Berikan tubuhmu... Gyhahahaha!!" telepon itu masih tersambung.
"KYAAA!!" Hana semakin menjerit ketakutan dab segera berlari keluar kamar.
Hana berlari di lorong-lorong dengan lampu remang-remang di manor Yoshiki, entah kenapa, lorong yang biasa ia lalui itu sangat sepi dan suram sekarang.
Nafasnya tersenggal-senggal. Ia ketakutan.
Apa-apaan itu tadi? Hantu? Apa ia sedang di kejar sekarang? YOSHIKI-KUUUN!!

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.