Jumat, 17 April 2015
Yami no Ai [Chapter 202]
Published :
00.27
Author :
Hansel Vereiteln
Chap 202
"--tapi..." Yoshiki menatap Hana.
Air mata Hana kembali tumpah.
"Gomen! Gomennasai Yoshiki-kun!! Huweee!!"
"Ck! Kau sendiri kenapa melakukan ritual itu!?"
"Ha-habis... Ka-katanya... Aku dan Yoshiki-kun bisa lebih romantis dan harmonis"
GREP.
Yoshiki seketika memeluk tubuh Hana.
Jadi sebenarnya itulah yang terjadi. Yoshiki bisa sepenuhnya menebak apa yang sebenarnya terjadi dari keanehan daster yang di kenakan Hana tadi.
Isrtinya itu berharap dia menjadi romantis sehingga istrinya itu sudah bersiap-siap menggunakan daster. Konyol sekali memang.
"Hn, kau konyol sekali"
"Hiks... Hiks..." Hana masih sesenggukan.
"Hn, roh itu tidak akan pergi sebelum mendapatkan apa yang diinginkannya, mengingat besar resiko tertangkap penjaga gerbang neraka." Yoshiki perlahan melepas pelukannya.
"Seandainya aku sudah melakukannya..." guman Yoshiki. Ya, seiandainya dia sudah melakukan pertukaran darah dengan istrinya itu, si roh akan tahu jika Hana adalah ratunya.
"Hn, tidak ada cara lain..." Yoshiki mulai bangkit melepaskan pelukannya.
"Ca-cara seperti apa Yoshiki-kun?"
"Hn, kau tunggu di sini. Kau aman di sini" ujar Yoshiki datar dan mulai membuka pintu lalu menutupnya kembali.
Yoshiki hilang dari hadapan Hana.
Roh berbentuk kobaran api tak kasat mata yang sedari tadi berusaha mendobrak pintu ruang kerja Yoshiki itu terkaget karena melihat sosok yang keluar dari ruangan tersebut. Yang keluar bukannya calon tubuhnya, melainkan rajanya.
Kuroto Yoshiki muncul, dengan wajah dinginnya dan aura kegelapannya yang menguar dari segala bagian tubuhnya.
"M-My L-Lord...?!" ucap roh itu terbata-bata.
"Hn, pergilah kembali ke tempatmu" perintah Yoshiki dengan nada dinginnya.
"T-Tapi... M-My L-Lord... C-calon... T-tubuh s-saya..."
"Hn, jangan kau sentuh. Dia milikku!" Yoshiki semakin mengeluarkan aura kegelapannya.
"A-aah... A-a...--" Roh itu terbata, "--T-tapi s-saya s-sudah t-tidak m-mempunyai t-tempat l-lagi M-My L-Lord, P-penjaga g-gerbang n-neraka p-p-pasti..."
"Hn, aku yang akan mengantarmu" potong Yoshiki.
"??" Saat Roh itu bertanya-tanya, tangan kanan Yoshiki terangkat dan di sebelah kiri mereka muncul sebuah lubang hitam.
Yoshiki segera melangkahkan kaki memasuki lubang tersebut, diikuti oleh sang roh.
Begitu lubang tertututp. Seketika tempat yang di masuki Yoshiki dan roh itu menjadi gelap gulita.
WEER... WEER...
tiba-tiba muncul cahaya dari obor-obor. Tempat itu sangat gelap. Yang terlihat hanya cahaya dari obor-obor kecil itu.
"Siapa di sana?" ucap sebuah suara baritone yang penuh penekanan.
"hii" si Roh langsung mundur beberapa meter setelah mendengar suara itu.
Yoshiki berada di depan kedua penjaga itu. Namun karena kegelapan, agak sulit melihat keberadaan Yoshiki.
Namun keberadaan Yoshiki tak seluruhnya di ketahui, aura kegilaan kematian yang menguar dari tubuh Yoshiki, yang sukses membuat iblis sehebat apapun pasti akan merinding langsung di kenali oleh dua orang penjaga itu.
"M-My Lord?" kedua penjaga itu langsung tersungkur dan bersujud.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mengenai Saya
Diberdayakan oleh Blogger.
0 komentar:
Posting Komentar