Chap 206
"...shhh" Yoshiki nampak kembali menahan desahannya.
Hana menjulurkan lidahnya tepat di depan lubang kencing Yoshiki, dan mulai menjilati di sana, "...lck... Clk...." Hana mulai menjilat berputar.
"uhm!" namun sekali lagi di masukkannya benda panjang itu ke dalam mulutnya untuk dihisap-hisap.
Sementara itu milik Yoshiki yang terus dipermainkan oleh mulut Hana mulai berkedut.
"M-My L-Lady..." Yoshiki sedikit mengerang.
Saat itu Hana sedang menghisap kuat milik Yoshiki sehingga...
"CROT!" Sperma Yoshiki tak tertahankan tumpah ruah di dalam mulut Hana.
"P--Fuah!" Hana melepaskan milik Yoshiki. Wajahnya sedikit agak belepotan sperma Yoshiki yang menyembur kemana-mana.
"mmch..." Hana memainkan sperma Yoshiki yang ada di lidahnya, lalu dengan segera menelannya.
'... Rasa... Sperma Yoshiki-kun...' ineer Hana.
"Hn, saatnya bagian inti" Yoshiki berdiri tegak dengan miliknya yang juga masih berdiri tegak menantang.
Wajah Hana yang diacungi milik Yoshiki langsung merona.
"u-uh..." Hana segera berdiri. Melepaskan kemeja putihnya, branya, dan menurunkan celana dalam putihnya hingga telanjang.
Wajah Hana semakin merona melihat mata Yoshiki yang terus menatapnya.
Yoshiki maju mendekat ke arah Hana, sementara Hana menghindar dan mendekat ke arah meja kerja Yoshiki dan mulai menaikinya.
Hana membuka lebar kedua kakinya di sana, memperlihatkan belahan miliknya.
"m-masukan... Yoshiki-kun..." pinta Hana agak Tsundere.
"Hn?" Yoshiki menyeringai melihat posisi Hana saat ini.
Kemarin malam eroge yang dimainkannya menampilkan pose heroin yang sama seperti ini. Dan saat itu ia membayangkan. Bagaimana jika istrinya berpose seperti itu dan memohon agar dirinya dimasuki.
Ah, Yoshiki sudah berhasil menahan gejolak hormonnya semalaman. Saatnya menyantap daging empuk yang telah tersaji.
"Hn? Aku tak mendengar ucapanmu" goda Yoshiki sambil menyeringai.
Hana kesal mendengar ucapan Yoshiki, namun kegilaan dan nafsu sudah sepenuhnya menguasainya saat ini, "Masukkan Yoshiki-kun... Di dalamku..." ucap Hana dengan merona. Tangannya bergerak untuk melebarkan miliknya yang langsung memperlihatkan clitoris yang sepertinya sangat sensitif dan cairan liquid mengalir banyak.
"Hn? Memasukkan? Memasukkan apa? Dan... Kemana?" goda Yoshiki tak henti-hentinya.
"P-penismu... K-kedalam... V-vaginaku..." Hana nampak sangat merona sekarang.
"Hn. Baiklah kumasukkan..." Yoshiki melangkah mendekat ke arah Hana.
Dipegangnya miliknya dengan tanganya untuk diarahkan.
Entah sengaja atau tidak, Yoshiki mulai menggesekkan miliknya pada clitoris Hana yang sudah sangat sensitif.
"umhh..." Hana menutup kedua matanya merasakan sensasi aneh saat miliknya disentuhkan oleh milik Yoshiki.
Seringai terpatri pada bibir seksi Yoshiki. Tangannya terus bergerak membantu milikknya menggesek terus milik Hana.
"Masuk-kkan... Ahhh... Yoshiki-kun..." pinta Hana.
"Hn? Masukkan?" Yoshiki menarik miliknya, lalu malah di tusukkan pelan ke paha kanan Hana. "ke sini?"
"b-bukan..." Hana seperti mabuk saja.
Selasa, 21 April 2015
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mengenai Saya
Diberdayakan oleh Blogger.
0 komentar:
Posting Komentar