Jumat, 15 Agustus 2014

Yami no Ai [Chapter 25]

Chap 25

Ingatan kemarin saat ia dan Yoshiki tengah dikalahkan oleh nafsu kembali berputar dikepalanya.
Tangannya meraba bagian perut kebawahnya.
'Yoshiki... Keluar didalam... Suamiku...' guman Hana dalam hati.
"Dasar..." Hana menenggelamkan kepalanya.

CKLEK. Hana keluar dari kamar mandi hanya mengenakan selembar handuk yang dilitkannya sampai dadanya.
Kepalanya menoleh kekanan dan kekiri mencari sosok Misaki.
"Ohayo gosaimash My Lady" ucap Misaki sambil berojigi.
"A-ano... Mi-Misaki-s-san... B-bajuku b-bagaimana?"
"Ha'i sudah saya siapkan" ucap Misaki dengan senyumnya lalu menunjukan pakaian yang sudah disiapkannya tertata rapi diatas ranjang.
"K-kalau begitu a-aku p-pakai sendiri saja"
"Eh? Tidak saya bantu?"
"mm... Tidak perlu... Kau bisa meninggalkanku. Oh ya, dimana... Yoshiki-k-ku-sama?" tanya Hana sedikit bingung menyebutkan sufix apa.
"My Lord ada di taman belakang" jelas Misaki.
setelah Misaki pamit undur diri dan keluar, Hana segera memakai pakaian yang telah disiapkan Misaki untuknya.

Yoshiki yang tengah mengutak-atik handphone touchscreennya hilang fokus saat Misaki melintas disampingnya.
"Misaki?" panggil Yoshiki.
"Yes, My Lord?" Misaki langsung berhenti dan berojigi.
"Sudah selesai?" tanya Yoshiki.
"My Lady ingin memakainya sendiri" jelas Misaki.
"Hn. Baiklah"
"Permisi" Misaki berojigi lalu kembali menjalankan tugasnya sebagai maid.
Yoshiki kembali mengutak-atik ponsel canggihnya.
Tiba-tiba ponselnya bergetar menunjukan panggilan masuk. Mengenali nomor yang memanggilnya, Yoshiki segera menekan tombol dial dilayar ponselnya.
"My Lord?" terdengar suara alto seorang wanita.
"Hn?"
"....Bagaimana pagi anda?"
"Hazel. Bisa kah kau berhenti menanyakan hal-hal konyol seperti itu?"
"...."
Yoshiki ikut terdiam.
"....Jadwal anda hari ini, rapat dewan direksi pada pukul 10 pagi ini, lalu dilanjut--"
"Batalkan semuanya" potong Yoshiki.
"A--ap--"
"Hn. Aku sibuk sekarang" potong Yoshiki lagi.
"Sibuk?"
Yoshiki menutup telepon itu dengan sangat-sangat dingin.

"Jeng jeng!" Hana tiba-tiba berada di depan Yoshiki.
"Hn" Dengan kemeja berwarna biru muda keunguan tak berlengan, beserta celana pendek 7 cm diatas lutut Hana menampakkan dirinya.
"O-ha-yo Yo-shi-ki-kun" sapa Hana dengan senyum mataharinya.
"Taman kota dihari minggu nampaknya akan ramai" ucap Yoshiki sambil menarik tangan Hana.
"Heee?" Hana ketarik.

Setelah memarkir mobil Honda Jazz hitamnya, mereka berdua keluar dan segera memasuki area taman kota.
"Heeee!! Sudah lama aku tidak kemari! Biasanya hari minggu seperti ini aku sudah bekerja dan-- ... AAAH! GAWAT KERJA! AKU SAMPAI LUPA!" racau Hana sambil berbalik arah berusaha berlari entah kemana.
Dengan sigap, Yoshiki menarik Hana yang 'lost control'.
"Yoshiki-kun lepaskan aku! Aku harus bekerja! Jika tidak Wataru-san akan membunuhku!"
"Kau istriku. untuk apa kau bekerja? Kota Wataru tidak akan membunuhmu"
"Kau kenal Wataru-san?" tanya Hana kaget.
"Dia salah satu 'pion'ku untuk menjagamu disini sebelum aku bangkit" jelas Yoshiki.

1 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.