Chap 129
"Yatta! Akhirnya kita benar-benar sampai di tempat tujuan!" Hana meregangkan otot-ototnya.
"Kau seperti nenek tua yang kena osteoporosis saja" ejek Yumi sambil tangannya menyodorkan segelas ocha.
"Terima kasih" Hana mengambil ocha dari tangan Yumi.
"Ayo-ayo cepat dirikan tenda! Siapa yang lebih cepat mendirikan tenda bisa mendapatkan tempat khusus dalam cerita malam nanti!" suara melengking dari Makoto Nara--siswa kelas 3-3--terdengar bersama tepukan-tepukan tangannya.
"Ahaha... Si tua bangka itu masih bersemangat rupanya" guman Hana.
"Kau nenek osteoporosis cepat dirikan tenda kita!" ucap Yumi.
"Kau juga harus membantu!" teriak Hana kesal.
Pada pukul 8 tepat para peserta perkemahan misteri telah berkumpul di lahan yang cukup luas. Hanya dengan di terangi cahaya dari api unggun di tengah mereka yang duduk melingkar.
Agenda cerita malam kali ini hanya kumpul bersama, dan membicarakan masalah survive keesokan harinya. Para panitia yang rata-rata siswa kelas 2 mulai berkumpul di tempat yang di sendirikan untuk mendisuksikan survive juga.
"Rayumi Hana kau bisa kan menjaga pos 8 sendiri?" Kikuri dengan wajah polosnya meminta pertumbangan kepada Hana yang sebenarnya sudah merasakan firasat buruk.
Hana ingin menolak. Tapi ia tak ingin membuat semua susunan menjadi kacau. Tak ada pilihan lain selain setuju.
Hana mengangguk.
Senyum Kikuri mengembang. "bagus."
"Hey sudah belum? Adu Adrenalin sudah hampir dimulai nih" Makoto-senpai terlihat berjalan dengan terburu-buru ke arah para panitia yang sedang melakukan rapat.
"Hah? Adu Adrenalin? Acara siapa itu?" Yumi berkoar.
"Ini kejutan" jawab Makoto-senpai.
Jadilah sekarang, masing-masing siswa berpasangan dua-dua. Dan Hana berpasangan dengan Isaka Runo. Seorang siswa kelas 1-4 dengan jambul di kepala hitamnya.
"Senpai takut hantu?" tanya Isaka.
"Aku? Aku saja petinggi dari para hantu-hantu itu.. Mana mungkin aku bisa takut... Ha ha ha" jawab Hana berusaha menyembunyikan rasa takutnya.
"Oh begitu. Syukurlah"
"Hei! Hana kenapa kalian tidak segera berjalan! Pasangan yang tadi sudah berangkat lebih dari 10 menit yang lalu!" Makoto-senpai muncul.
"Sabar! Dasar tua bangka!" teriak Hana emosi.
"Cepat berangkat atau kubunuh kau!"
"Iya ya!" Hana mau tak mau segera menggeret tubuh Isaki mengikutinya.
" ... ." tak begitu jauh dari posisi Hana. Terlihat sepasang mata hitam kelam tengah mengamati tiap pergerakan Hana.
Suara binatang malam dan gemerisik tumbuhan seakan ikut memeriakan kejutan-tidak-lucu-dari-Makoto. Membuat tubuh Hana semakin bergidik. Sebenarnya Hana tidak terlalu memperdulikan dengan hantu. Yang ia takut hanya... Cacing! Oke kemungkinan melihat cacing sangatlah kecil mengingat ini malam dan gelap, merasakan juga mustahil, ia mengenakan boots karet sekarang. Jadi yang ia takutkan dari spesies lain makhluk melata adalah... Ular! Hana sangat benci segala yang melata! Oh demi apapun! Setelah ia mencapai garis kuning diujung sana, Hana pasti akan memenggal kepala Makoto.
Kamis, 27 November 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mengenai Saya
Diberdayakan oleh Blogger.
Menarik
BalasHapuskunjungi dan follow blog punyaku kata-rifal.blogspot.com dan rezeki-iklanku.blogspot.com (klik salah satu iklan lainnya/PPC disini) ntar saya folback.